DAN...BAGAIMANA MENURUT ANDA...?

Tiga orang tokoh agama, baru datang dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Agama-Agama se Dunia yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Disebuah pesawat komersial, berkumpul 3 orang pemuka Agama yang bersahabat; seorang Kiai dari Indonesia, seorang Pendeta dari Singapore & seorang Pastur dari Thailand... show more Tiga orang tokoh agama, baru datang dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Agama-Agama
se Dunia yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Disebuah pesawat komersial, berkumpul 3 orang pemuka Agama yang bersahabat; seorang Kiai dari Indonesia, seorang Pendeta dari Singapore
& seorang Pastur dari Thailand yang merupakan utusan dari institusinya
masing-masing..

Dan, sebagaimana biasa terjadi kalau sudah kumpul, setiap tokoh itu selalu ingin menonjolkan
kecakapan & egonya, kayaknya mirip-mirip kita di YA ini, saling tidak mau kalah.

Tidak lama Romo Pastur dari Thailand itu menggerak-gerakkan tangannya, wajahnya serius sekali
lalu berkata: "Wah.. kita saat ini sedang berada dilangit New York"
Kiai dari Indonesia: "Lho, kok bisa tahu, sih?"
"Itu..patung Liberty kepegang" jawab sang Romo dengan bangganya.

Ngga mau kalah Bapak Pendeta ikut (seolah-olah) menjulurkan tangannya keluar
"Tau nggak...kita sedang berada diatas kota Paris!" katanya dengan sombongnya.
Kiai dari Indonesia: " Wah..kok bisa tahu juga?"
"Itu menara Eiffel kepegang!", sahut Pendeta tersebut, dgn mata dipejam-pejamkan.

Karena disombongin sama kedua sohibnya itu, giliran Sang Kiai yang menjulurkan tangannya
keluar pesawat...
"Wah..kita sedang berada diatas Jakarta..tepatnya diatas Pasar Tanah Abang!!!
teriak Kiai itu.
"Lho, kok bisa tahu sih?" tanya Pastur & Pendeta serempak, karena mereka tahu
Kiai yang satu ini pnglihatannya bermasalah.
"Ini...jam tangan saya ilang..." jawab Kiai itu kalem.
______________________________________...
diadopsi dari Republik Mimpi dengan sedikit perubahan.
Update: ________________
saudaraku@Harry 2, ah..Kiai yang ini kan lain?
Update 2: _____________
adikku@siti, pnekanannya BUKAN pada Nasionalismenya, atau isi Kepalanya.
Tapi pada ego-nya.
Kayak kau ini, masak tidak ngerti, sih?
12 answers 12