Anonymous
Anonymous asked in Berita & PeristiwaPeristiwa Terkini · 1 decade ago

Bagaimana menurut anda mengenai kasus ibu Prita yang dipenjara karena menulis email curhat?

Ibu Prita Mulyasari sudah di bebaskan, tapi pihak RS masih belum mencabut gugatannya. Lalu tindakan kejaksaan yang menahan ibu Prita berdasarkan UU ITE.

Update:

Bila anda ingin melihat email curhatnya ibu Prita yang menyebabkannya dipenjara, bisa dilihat di sini http://tinyurl.com/emailprita

543 Answers

Rating
  • 1 decade ago
    Favorite Answer

    UU ITE yang menjerat Ibu Prita...

    Pasal 28

    (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

    (2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

    Pasal 35

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.

    Pasal 36

    Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.

    Nah, pasal-pasal tersebut, bila dilanggar akan menghadapi ancaman pidana seperti yang diatur pada Pasal 51 UU ITE:

    Pasal 51

    (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

    (2) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

    Kasus Ibu Prita menurut saya terdapat banyak keanehan.

  • 1 decade ago

    Saya tidak dapat berkomentar apapun, sebab kedua belah pihak memberikan bukti yang belum tentu benar.

    Ibu Prita memberikan bukti email yang ia buat, seluruh nama disamarkan. Dan tidak ada kalimat yang mengarah ke penghasutan. Tapi pihak rumah sakit pun memberikan bukti email yang mereka dapat, seluruh nama tidak disamarkan dan terdapat kalimat yang mengarah ke penghasutan.

    Masing-masing pihak menyatakan bukti merekalah yang sah, dan masyarakat terlalu dini dalam menilai kesalahan salah satu pihak.

    Namun ada kesalahan fatal yang dilakukan pihak rumah sakit, yaitu menangkap Ibu Prita tanpa prosedur yang ada. Secara tiba-tiba, langsung ditangkap dan dimasukkan ke BUI.

    Jadi menurut saya, sampai bukti asli ditemukan, kedua pihak adalah bersalah. Dan karena maraknya praktek mal praktik di dunia kedokteran di Indonesia, maka persepsi masyarakat selalu mengarahkan kesalahan kepada rumah sakit.

    Kejadian ini janganlah menjadi bahan ejekan atau bahan cemoohan kepada pihak rumah sakit atau pihak Ibu Prita, tapi biarlah ini menjadi pelajaran yang berharga.. Untuk pihak rumah sakit, perbaikilah manajemen dan karyawan yang ada. Dan untuk masyarakat umum, cermatilah rumah sakit yang akan dikunjungi dan jika ada mal praktik, segeralah laporkan ke polisi sebelum bukti yang dimiliki menghilang.

  • Kylie
    Lv 5
    1 decade ago

    Hi Gizmo

    Saya sudah menjawab pertanyaan serupa 6 hari yang lalu di sini, jadi mungkin gak perlu berpanjang lebar lagi di pertanyaan anda.

    http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=At...

    Sedikit tambahan saja, bahwa sudah seharusnya kita tidak menyalahgunakan kebebasan berpendapat atau menyuarakan sesuatu dalam bentuk opini pribadi yang pada akhirnya malah merugikan diri sendiri ataupun pihak lain. Membaca e-mail ibu Prita memang ada hal-hal yang dia simpulkan secara pribadi yang sifatnya sangat subyektif berdasarkan asumsi dan pendapat yang belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya namun sudah bersifat menjelekkan pihak lain. Di sisi lain, pihak RS juga kurang mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan saja, dan bersikeras dengan jalur hukum. Sekarang kasusnya malah menjadi makin terbuka untuk opini publik. Ada yang pro dan kontra. Secara manusiawi, saya merasa kasihan juga dengan ibu Prita ini, hanya bisa memetik pelajaran saja, bahwa di dunia maya pun seharusnya kita sadar dengan etika berbicara. Pun demikian, pihak dokter yang merasa dijelek-jelekkan dengan opini sepihak dari ibu Prita, dia juga punya hak kemanusiaan untuk membersihkan citra dirinya.

    Kita masih bisa mengeluh atau curhat lewat email, tapi tak perlu membentuk opini yg sifatnya judgement seperti judul email ibu Prita: RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF.. juga yang ini: "Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan."

    Dan sy pribadi berharap semoga pihak RS sudah cukup memberikan pelajaran berharga kepada ibu Prita dengan tidak lagi melanjutkan kasus hukum ini.

    salam - ky

  • 1 decade ago

    Kasus ibu Prita memperlihatkan betapa pasien/konsumen belum mendapatkan haknya. Saya sudah membaca isi surat ibu Prita di internet. Sebagai seorang pasien tentunya ibu Prita berhak mengetahui dengan jelas apa yang disuntikkan ke dalam tubuhnya, apa efek sampingnya, apa manfaatnya dsb. Pihak RS dimanapun juga berhak memberitahukan tindakan apa yang hendak diambil untuk kebaikan pasiennya. Saya menganggap pihak RS berlebihan jika memperlakukan pasien yang telah mempercayakan kesehatannya sampai menuntut hingga beliau sempat masuk ruang tahanan. Cermin karut marutnya pelayanan publik di negeri ini. Semoga ibu Prita tetap tabah dan masalahnya cepat selesai.

  • How do you think about the answers? You can sign in to vote the answer.
  • 1 decade ago

    ya itulah hukum di indonesia, yg punya uang yg berkuasa.

    yg ditulis ibu prita itukan keluhan dan apa adanya yg beliau alami saat dirawat di RS. OMNI bukan ditambahi apalagi mengada-ada.

    seharusnya pihak RS malah mengurus keluhan ibu prita bukan malah melaporkannya.

    sebenarnya tujuan utama RS. OMNI itu apa ya, membantu sesama ato mencari keuntungan semata, kalo memang niat bantu seharusnya menanggapi keluhan ibu prita tapi sepertinya RS. OMNI niatnya cuma cari keuntungan makanya saat ada milis dari ibu prita yg katanya bisa berindikasi merugikan pihak RS. OMNI eh malah diperkarakan.

    mana hati nurani mereka ato cuma keuntungan saja yg ada dipikiran mereka.

    Selain itu, peristiwa ini juga berpengaruh padaku krn secara tidak langsung membuat aku takut salah ngomong di dunia maya, jadi was-was lah krn peristiwa ini.

    Source(s): gomapseumnida
  • 1 decade ago

    Itu yang dinamakan penindasan terhadap kaum wong cilik. Mentang-mentang RS Omni yang besar jangan seenak nya saja menindas orang yang lemah. Jangankan Badan Hukum swasta yang melayani masyarakat, Presiden saja bisa dikritik. Makanya kalau tidak mau dikritik benahi semua sarana dan prasarana yang ada di RS Omni.

    Source(s): KETIDAKADILAN
  • 1 decade ago

    Lucu...Inilah yg terjadi di indonesia...hati nurani sudah tidak ada

    yang ada hanya penyalahgunaan kekuasaan,Aroganisme,Orang miskin tidak boleh sakit...sekarang orang miskin tidak boleh ngomong

    sekalipun hak-haknya diinjak-injak,diperkosa,dipermalukan,dileceh

    kan oleh yang punya kekuasaan(uang banyak).......

    Rumah sakit tempat orang sakit mencari sembuh kok managementnya sakit mental....

    mending kita cari rumah sehat aja kalau sakit

  • Anonymous
    1 decade ago

    syukur alhamdulillah tuhan telah mendengar doa seorang ibu yang tidak bersalah. setidaknya sebuah rumah sakit seharusnya menolong orang yang sedang kesusahan bukannya malah membuat orang menderita, jangan mentang - mentang orang besar menindas rakyat yang tidak mampu yg tdk bs berbuat apa - apa, seharusnya pihak kejaksaan jangan memandang sebelah mata karena hanya disogok dengan uang lihat dengan kebenaran dan sisi positifnya.

  • 1 decade ago

    Kalau curahan hati seorang ibu saja bisa menyebabkan beliaunya dipenjara, bagaimana dengan komentar2 pedas para pembawa acara di infotainment,acara2 tv yg penuh sindiran..dan sbg-nya??

  • ada 2 hal yg menarik dlm kasus ini :

    1. UU ITE dan Arogansi RS Omni

    2. Mega.

    Omni itu RS dari Malaysia ga y? aku berharap setiap haril kita mengadakan pilpres, dengan begitu kita selalu diperhatikan,..

    Haaaa haa

Still have questions? Get your answers by asking now.