Tolong ceritakan sejarah masuknya agama anda masing2 ke Indonesia..?

Follow
  • Follow publicly
  • Follow privately
  • Unfollow
Coba deh ceritakan.
Ga jujur juga ga papa .......mumpung ada diskon.
Update : @Rian T Duh..kasian banget sampe segitunya jualan pulsa. Tapi ma'af ...show more
Update 2: @getdesk Gile loe ya.....jangan jawab postingan gw, gila loe, ketangkep ...show more
Update 3: @Sony
kekekekkeke...kalo barang gelap ?
Update 4: @getdesk Ya ini lagi....POSMO khan tabloit mistik, liat saja isinya ...show more
Update 5: @getdesk
Ya elah....elo sih ganti2 jawaban.
Best AnswerAsker's Choice
di Y!A English juga ada pertanyaan macem gini, udah gue jawab, ternyata answer gw jd best answer.. (g narsis lhoo)

bisa basa inggris kan?
gw mls nerjemahinny lagi -__-;

pertanyaan dari si penanya di Y!A english:
How did Indonesia become a muslim country?
1. How did Indonesia become a muslim dominant country while most of its neighbor countries(Thailand, Cambodia, Vietnam, Philippines, Myanmar, Laos) are not?

2. When did Indonesia become a Muslim dominant country?

3. Who introduced/missionized Islam religion to Indonesia? Where were they from?



gue agama Islam dan jawaban gue:
1. Indonesia becomes a muslim dominant country because there are so much immigrant from Arab preaching the Islam throughout the Nusantara. They reached every part! From the Sabang in the east of Indonesia to the Papua! They have enough money to explore and preach Islam as wide as they can..
Indonesian people also tolerated to a new religion. Note that Indonesian people always like to syncrethising new and old religion. So if they found a new religion such as Islam, they will mix the belief of Islam with local belief , the example is Kejawen. You can find out more in Wikipedia
2. When? Simple question. It's after the Ottoman Empire seized the Constantinopel. Muslims become more confident, and some Javanese muslim build a kingdom called Demak. And the other Javanese Muslim take over Jakarta from Portuguese in 1492. It's a great achievement by Muslims, and since that, Islam becoming a major leading religion in Indonesia.
3. As i say before, Arabs trader were the preacher of Islam. And also some Gujarati Muslims preach Islam in the north of Sumatra. Arabs trader teaching some Javanese trader ,and soon these Javanese trader become a muslim. These Javanese trader also preaching to their friends and nobleman..

Asker's rating & comment

3 out of 5
@noer
@juzzmyni
@john
Anda memang jujur menjawab dengan agama anda, yg lain ngaco agama tetangga.
  • 2
  • Comment

Other Answers (8)

Rated Highest
  • Rated Highest
  • Oldest
  • Newest
  • sony answered 6 years ago
    karena semua agama di indonesia adalah barang import jadi pasti masuknya lewat bandara atau pelabuhan.
    gito aja kok pake nanya....

    maaf mas, barang import ngak dapet diskon,
    malah yang ada kena tambahan bea masuk + PPN BM.
    .
    • 5
    • Comment
  • goyoungdong answered 6 years ago
    Wah sori neh...ane ga tahu sebab belon lahir...
    Tapi memang kalo informasi tsb penting banget buat ente, bisa dilihat di buku2 sejarah di toko buku (di wikipedia juga ada)..
    • 4
    • Comment
  • getdesk answered 6 years ago
    ===== MENENGOK KONFLIK MASA LALU ======
    Biasanya, konflik yang terjadi di kalangan ulama -terutama ulama jaman dahulu, lebih banyak diakibatkan karena persoalan (rebutan pengaruh) politik. Tidak hanya terjadi pada era kiai-ulama masa kini, tapi sejak jaman Wali Songo-pun, konflik seperti itu pernah terjadi.
    Bahkan, sejarah Islam telah mencatat bahwa jenazah Muhammad Rasulullah SAW baru dimakamkan tiga hari setelah wafatnya, dikarenakan para sahabat justru sibuk rebutan soal posisi khalifah pengganti Nabi
    (Tarikh Ibnu Ishak, ta'liq Muhammad Hamidi).

    Di era Wali Songo -kelompok ulama yang "diklaim" oleh NU sebagai nenek-moyangnya dalam perihal berdakwah dan ajarannya, sejarah telah mencatat pula terjadinya konflik yang "fenomenal" antara Wali Songo (yang mementingkan syari'at) dengan kelompok Syekh Siti Jenar (yang mengutamakan hakekat).

    Konflik itu berakhir dengan fatwa hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Sejarah juga mencatat bahwa dalam persoalan politik, Wali Songo yang oleh masyarakat dikenal sebagai kelompok ulama penyebar agama Islam di Nusantara yang cukup solid dalam berdakwah itu, Ternyata juga bisa terpolarisasi ke dalam tiga kutub politik; Giri Kedaton (Sunan Giri, di Gresik), Sunan Kalijaga (Adilangu, Demak) dan Sunan Kudus (Kudus).

    Kutub-kutub politik itu memiliki pertimbangan dan alasan sendiri-sendiri yang berbeda, dan sangat sulit untuk dicarikan titik temunya; dalam sidang para wali sekalipun. Terutama perseteruan dari dua nama yang terakhir, itu sangat menarik. Karena pertikaian kedua wali tersebut dengan begitu gamblangnya sempat tercatat dalam literatur sejarah klasik Jawa, seperti: "Babad Demak", "Babad Tanah Djawi", "Serat Kandha", dan "Babad Meinsma".

    Lagi-lagi, konflik itu diakibatkan karena persoalan politik. Perseteruan yang terjadi antara para wali itu bisa terjadi, bermula setelah Sultan Trenggono (raja ke-2 Demak) wafat. Giri Kedaton yang beraliran "Islam mutihan" (lebih mengutamakan tauhid) mendukung Sunan Prawata dengan pertimbangan ke-'alimannya. Sementara Sunan Kudus mendukung Aryo Penangsang karena dia merupakan pewaris sah (putra tertua) dari Pangeran Sekar Seda Lepen (kakak Trenggono) yang telah dibunuh oleh Prawata (anak Trenggono). Sedangkan Sunan Kalijaga (aliran tasawuf, abangan) mendukung Joko Tingkir (Hadiwijaya), dengan pertimbangan ia akan mampu memunculkan sebuah kerajaan kebangsaan nusantara yang akomodatif terhadap budaya.

    Sejarah juga mencatat, konflik para wali itu "lebih seru" bila dibandingkan dengan konflik ulama sekarang, karena pertikaian mereka sangat syarat dengan intrik politik yang kotor, seperti menjurus pada pembunuhan terhadap lawan politik. Penyebabnya tidak semata karena persoalan politik saja, tapi di sana juga ada hal-hal lain seperti: pergesekan pengaruh ideologi, hegemoni aliran oleh para wali, pengkhianatan murid terhadap guru, dendam guru terhadap murid, dan sebagainya.

    Source(s):

    Ini bukan dari POSMO, enak aja...
    dari sini : http://www.jawapalace.org/walisanga2.htm
    cuman website nya sekarang nggak bisa di akses!

    Konflik Islam masalalu di Indonesia :
    http://netlog.wordpress.com/2006/05/03/syekh-siti-jenar-2/

    yang ini sudah melewati badan sensor :
    http://www.ummah.net/islam/nusantara/sejarah.html

    ini yang menghendaki kejujuran sejarahnya...
    http://blogs.unpad.ac.id/mumuhmz/2008/03/17/sejarah-islam-perlu-dipaparkan-dengan-jujur/#more-68
    • 6
    • Comment
  • djou answered 6 years ago
    saya kira semua agama masuk ke Indonesia karena asing mengganggap konsep spriritual yang dianut nenek moyang kita tak tak benar...
    • 3
    • Comment
  • Smilikitibolobolo_BacK!!! answered 6 years ago
    akuh bukan tuhkang ceritah,lagihpulah kenapah harus ceritah keh kamuh?

    Source(s):

    jadihlah pengikut akuh yak
    • 3
    • Comment
  • juzzmynick answered 6 years ago
    kebetulan saya tadi habis jalan-jalan ke toko buku bekas dan membeli buku tua cetakan tahun 1959, mengenai Indonesia. Dan saya lihat ada 1 halaman yang menjelaskan secara singkat masuknya Islam ke Indonesia.

    Islam masuk ke Indonesia

    Diperkirakan masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke 9, yang dibawa oleh para pedagang-pedagang dari Gujarat (India), Persia dan Arab. Dimana masuknya ke Nusantara diawali di pulau Sumatera yaitu Aceh. Oleh sebab itu, Aceh dikenal juga dengan sebutan "Serambi Mekah".

    Sedangkan untuk pulau Jawa sendiri, penduduknya mulai memeluk agama Islam diperkirakan sekitar tahun 1400. Dan perkembangan secara pesatnya pada saat Abad ke-17, yang dilakukan oleh Wali Songo.

    Untuk bukti lainnya bisa dilihat dari catatan sejarah perjalanan pelaut Venesia, Marco Polo, yang dalam perjalanan pulangnya dari China menuju ke Eropa dan singgah di bagian utara pulau Sumatera.

    Source(s):

    Fischer, Louis, (1959), "The Story of Indonesia", Harper & Brothers, NY.
    http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo
    • 4
    • Comment
  • John Banting answered 6 years ago
    Pada abad ke 7, misi kristen sudah mendarat di sumatra utara, hal ini terbukti dari ditemukannya bekas biara, hanya saja yang masuk waktu itu madzab nestorian (suatu bid'ah); tidak jelas kenapa jemat ini punah.
    Pada abad 15, era penjelajahan samudra dari sejarah eropa, Fransiskus Xaverius mendarat di Maluku dan mendirikan stasi gereja Katolik, setelah Belanda mengalahkan Portugis, Belanda memindahkan umat ke gereja Protestan, selama 250 tahun pertama pendudukan Belanda aktivitas penginjilan hanya jalan di tempat (mungkin belanda tidak suka agamanya disamai atau rakyat tidak suka agama penjajah). 100 tahun kemudian dari pendudukan Belanda barulah aktivitas zending & misionaris mulai giat lagi seiring "politik balas budi" di parlemen Belanda.

    Jadi : Agama kristen dibawa menumpang penjajah itu (mungkin) benar, tapi kalau agama kristen disebarkan oleh penjajah : itu tidak benar.
    Praktis umur efektif gereja di bumiputera, baru 1 abad
    • 3
    • Comment
  • Ryanda answered 6 years ago
    masuknya pas harga indomie lagi mahal2nya, dan indomie selera kita semua....
    • Rate
    • Comment
  • Sign In 

    to add your answer

Who is following this question?

    %
    BEST ANSWERS
    Member Since:
    Points: Points: Level
    Total Answers:
    Points this week:
    Follow
     
    Unfollow
     
    Block
     
    Unblock